P2K2 Universitas Riau

Pusat Pengembangan Karir dan Kewirausahan UNRI
Monday, 21 Jun 2021

TEPAT MEMILIH INVESTASI PROFESI DENGAN MENGETAHUI PERSONALITY GENETIKMU

Berita Umum | 19 September 2020 00:00 wib Oleh: Dr. Alvi Furwanti Alwie, SE.,MM.,CMM (Dosen FEB Unri dan Trainer Kecerdasan Genetik STIFIn) Apa hubungan investasi dengan profesi? Selama ini investasi selalu diartikan sebagai upaya penanaman modal untuk mendapatkan keuntungan di kemudian hari, Modal bisa berupa uang atau sumber daya yang lain, dan dengan berinvestasi, tentu saja orang berharap bisa mendapatkan manfaat di masa mendatang. Lalu apa yang itu profesi? Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Istilah profesi telah dimengerti oleh banyak orang bahwa suatu hal yang berkaitan dengan bidang tertentu atau jenis pekerjaan (occupation) yang sangat dipengaruhi oleh pendidikan dan keahlian. Kalau investasi adalah upaya penanaman modal dan profesi adalah sesuatu yang kita jadikan sumber penghasilan dimasa depan, maka sangat penting sejak awal kita menyelaraskan pilihan investasi termasuk diantaranya adalah pendidikan dan pelatihan, hard skill dan soft skill dengan pilihan profesi masa depan kita. Mirisnya berdasarkan hasil penelitian Indonesia Career Center Network (ICCN) tahun 2017, diketahui sebanyak 87 persen mahasiswa Indonesia mengakui bahwa jurusan yang diambil tidak sesuai dengan minatnya. dan 71,7 persen pekerja, memiliki profesi yang tidak sesuai dengan pendidikannya. Bahkan pemerhati pendidikan dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Yohana Elizabeth Hardjadinata mengatakan, siswa yang salah memilih jurusan kuliah akan berdampak pada ketidakmaksimalan dalam pekerjaan atau profesi yang akan digeluti, sehingga tidak dapat berprestasi dan kemampuan maupun ketrampilan yang dimiliki tidak berkembang dengan baik.


Kenapa Salah Memilih Jurusan?

Ada banyak faktor mahasiswa berkuliah tidak sesuai dengan minat bakatnya.  Hampir 50,55 persen faktor eksternal calon mahasiswa, misanya karena dorongan orang tua, ikut teman atau bahkan dianggap mudah mencari pekerjaan, dan ini merupakan akibat dari ketidaktahuan dan ketidakmengertian akan minat dan bakatnya. Apalagi pada masa-masa SMA memang merupakan masa-masa seseorang masih mencari passion. Banyak yang masih bingung passion mereka itu di bidang apa. Saat menentukan jurusan kuliah, tak jarang calon mahasiswa ini asal ambil jurusan.

Yang namanya menduga-menduga memang peluang salah sangat besar, padahal ada banyak cara yang bisa kita lakukan agar memiliki tingkat ketepatan dalam memilih jurusan sesuai dengan potensi, minat, bakat, dan peluang masa depan. Dalam hal ini kita fokus pada factor internal yaitu potensi, minat, dan bakat yang salah satunya bisa didapat informasinya melalui test biometrik  yang bersifat genetic dan hasilnya permanen didalam diri seseorang.


Apa itu Mesin Kecerdasan dan Personality Genetik?

STIFIn adalah uraian dari sensing (disingkat S), thinking (disingkat T), intuiting (disingkat I), feeling (disingkat F), insting (disingkat In). Konsep STIFIn diperkenalkan oleh Farid Poniman dengan mengkompilasi dari berbagai teori psikologi, neuro science, dan SDM. Prinsip besarnya mengacu kepada konsep kecerdasan tunggal dari C.G Jung. Tes yang dilakukan dengan cara men-scan kesepuluh ujung jari (mengambil waktu tidak lebih dari satu menit). Sidik jari yang membawa informasi tentang komposisi susunan syaraf tersebut kemudian dianalisa dan dihubungkan dengan belahan otak tertentu yang dominan berperan sebagai sistem operasi dan sekaligus menjadi jenis kecerdasan. Bahkan dari susunan syaraf tersebut masih dapat diprediksi letak dominasi mesin kecerdasan yang ada di lapisan otak berwarna putih atau di lapisan otak berwarna abu- abu.

Tes STIFIn  adalah tes biometrik yang bisa menggunakan sidik jari, retina dan DNA.  Test biometrik yang saat ini lebih dominant dilakukan dengan test sidik jari bisa membantu seseorang mengenali personalitynya yang genetik yang tak bakal berubah sepanjang hidupnya. Tes STIFIn mampu membedakan bakat mesin kecerdasan dan personaliti seseorang yang genetik secara nyata, bahkan susunan  syaraf tersebut masih dapat diprediksi letak dominasi mesin kecerdasan yang dikemudikan dengan dua cara yang berbeda yaitu: kemudi introvert (i) atau ekstrovert (e). Mesin kecerdasan dengan kemudi i atau e itulah yang kemudian disebut dengan personality. Tes mesin atau karakter kecerdasan STIFIn Personality merupakan tes mengenali mesin keceradasan yang dominan dimiliki oleh seseorang.

Pada dasarnya setiap peserta didik memiliki karakter kecerdasan yang dominan. Karakter yang dominan itulah yang menjadi kekuatan utama untuk memilih jurusan dan profesi yang sesuai. Inilah yang selanjutnya penting bagi seseorang untuk mengetahui potensi/ kekuatan yang ada pada dirinya dalam mengoptimalkan kemampuan pada jurusan atau profesi pilihannya.


Tepat Memilih Jurusan dan Profesi dengan Personality Genetik (PG)

Berdasarkan Personality Genetik dapat dilihat ketepatan memilih profesi sebagai berikut:

1.    Bagi PG Sensing Introvert sebaiknya patokan jurusan dan profesinya adalah dengan mempertimbangkan empat kata kunci memerlukan daya ingat, memerlukan kekuatan otot atau daya tahan fisik, mengandalkan faktor rajin untuk menguasai profesi, dan tergerak dengan sendirinya untuk memaksimalkan profesionalisme.

2.    Bagi PG Sensing ekstrovert patokan jurusan dan profesinya adalah memerlukan daya ingat, kekuatan otot, mengandalkan kerajinan untuk menguasainya, dan mudah membentuk dirinya atau tercetak oleh jurusan dan profesi yang dipilih karena Se sangat tergantung dengan tempaan lingkungan.

3.   Bagi PG Thinking Introvert patokan jurusan dan profesinya adalah mengutamakan daya nalar (analisis), mengandalkan pendirian yang kuat atau profesi yang mengandalkan fisik yang kuat, memerlukan kemandirian dalam bekerja, dan bidang yang memerlukan kedalaman atau spesialisasi keahlian.

4.    Bagi PG Thinking ekstrovert patokan jurusan dan profesinya adalah mengutamakan daya nalar (analisis), mengandalkan pendirian yang kuat atau profesi yang mengandalkan fisik yang kuat, memerlukan kemandirian dalam bekerja, dan meluas atau memerlukan logika umum yang meluas seperti managerial, birokrat dan lainnya.

5.   Bagi PG Intuiting introvert patokan jurusan dan profesinya adalah yang didominasi unsur-unsur yang memerlukan kreativitas, mengandalkan tenaga anaerobik atau tenaga tidak stabil yang melompat-lompat atau meledak-ledak, jurusan dan profesi yang bernafaskan perubahan signifikan, ide-ide murni atau original yang menjadi daya profesinya.

6.   Bagi PG Intuiting ekstrovert patokan jurusan dan profesinya adalah yang didominasi unsur-unsur yang memerlukan kreativitas, mengandalkan tenaga anaerobik atau tenaga tidak stabil yang melompat-lompat atau meledak-ledak, jurusan dan profesi yang memiliki jiwa perubahan,  dan memiliki ciri merakit ide-ide  yang invatif dan sesuai dengan selera pasar.

7.    Bagi PG Feeling introvert patokan jurusan dan profesinya adalah yang didominasi unsur-unsur yang membutuhkan keterlibatan emosi (termasuk kemampuan komunikasi dari hati-kehati), secara fisik memerlukan napas yang panjang atau semangat yang tinggi sehingga bisa bekerja secara marathon, melibatkan kharisma kepemimpinan, dapat mengeluarkan jurus-jurus tebar pesona atau panggung ekspresi supaya disukai atau dicintai banyak orang.

8.    Bagi PG Feeling ekstrovert patokan jurusan dan profesinya adalah yang didominasi unsur-unsur yang membutuhkan keterlibatan emosi (termasuk kemampuan komunikasi dari hati-kehati), secara fisik memerlukan napas yang panjang atau semangat yang tinggi sehingga bisa bekerja secara marathon, melibatkan kharisma dan kemampuan kepemimpinan yang simpatik

9.    Bagi PG Insting patokan jurusan dan profesinya adalah didominasi oleh hal-hal yang bersifat umum yang merupakan hasil rangkaian atau gabungan dari berbagai disiplin ilmu dan profesi, memerlukan reaksi spontan hasil reflek yang cepat, mengandung unsur-unsur berkorban untuk kepentingan yang lebih besar, serta bekerja secara otomatis tanpa perlu pemikiran berulang sehingga memiliki kecenderungan sesuai pada bidang pekerjaan pelayanan dan kemanusiaan.


Kesimpulan

Mengetahui Mesin Kecerdasan dan Personality Genetik STIFIn akan memberi kemudahan bagi seseorang memilih jurusan dan merencanakan profesi dengan lebih tepat, kemampuan memilih lebih dini bisa menghindari stupid cost dalam investasi pendidikan dan memperbesar poluang untuk memenangkan persaingan.

Dilihat 355 kali
Link